My Writings. My Thoughts.
JK: Pindad Tidak Salah
On » Senin, 31 Agustus 2009 //
Jakarta, (tvOne)
Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat yakin bahwa PT Pindad tidak bersalah dalam temuan selundupan senjata di Filipina. PT Pindad hanya fokus berproduksi tidak termasuk distribusi.
"Bukan yang bikin yang salah, tapi yang bawanya yang salah," kata Jusuf Kalla (JK) usai buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu, 29 Agustus 2009.
Menurut JK, pihak manapun yang memproduksi sesuatu tidak bisa disalahkan atas pendistribusian. Karena produsen hanya bekerja menghasilkan barang saja, tidak mengalirkan barang. "Masa Pindad yang salah," ujar JK.
Seperti diketahui, petugas Bea Cukai Filipina menahan sebuah kargo berbendera Panama bernama 'Kapten Ufuk' yang sedang berlabuh di lepas pantai Mariveles Kamis pekan lalu. Petugas menemukan 50 senapan buatan Pindad sejenis SS1-V1 dan beberapa perlengkapan militer lainnya.
Petugas juga menemukan 10 peti kayu kosong. Mereka menduga isinya sudah dipindahkan sebelum aparat memeriksa kapal itu. Seperti diberitakan sebelumnya, polisi setempat menduga senjata akan digunakan sindikat internasional. Pengiriman itu untuk memasok senjata dan amunisi kepada kelompok teroris dan organisasi kriminal di Asia dan Afrika.
PT Pindad sendiri mengaku senjata merupakan senjata pesanan Mali dan Filipina. Pindad membantah tudingan senjata tersebut dijual secara ilegal. Perusahaan negara itu menerima pesanan 10 pucuk pistol P2 Pindad dari Persatuan Menmbak Filipina.
Bersamaan dengan itu Pindad juga mengirimkan pesanan dari Mali berupa 100 pucuk senapan SS1-V1. Pesanan tersebut dimuat dalam 20 kotak. Sebanyak satu kotak merupakan pesanan untuk Filipina. Seluruh pesanan dikirimkan dalam satu kapal kargo.(vivanews.com)
Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat yakin bahwa PT Pindad tidak bersalah dalam temuan selundupan senjata di Filipina. PT Pindad hanya fokus berproduksi tidak termasuk distribusi.
"Bukan yang bikin yang salah, tapi yang bawanya yang salah," kata Jusuf Kalla (JK) usai buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, Komplek Widya Chandra, Jakarta Selatan, Sabtu, 29 Agustus 2009.
Menurut JK, pihak manapun yang memproduksi sesuatu tidak bisa disalahkan atas pendistribusian. Karena produsen hanya bekerja menghasilkan barang saja, tidak mengalirkan barang. "Masa Pindad yang salah," ujar JK.
Seperti diketahui, petugas Bea Cukai Filipina menahan sebuah kargo berbendera Panama bernama 'Kapten Ufuk' yang sedang berlabuh di lepas pantai Mariveles Kamis pekan lalu. Petugas menemukan 50 senapan buatan Pindad sejenis SS1-V1 dan beberapa perlengkapan militer lainnya.
Petugas juga menemukan 10 peti kayu kosong. Mereka menduga isinya sudah dipindahkan sebelum aparat memeriksa kapal itu. Seperti diberitakan sebelumnya, polisi setempat menduga senjata akan digunakan sindikat internasional. Pengiriman itu untuk memasok senjata dan amunisi kepada kelompok teroris dan organisasi kriminal di Asia dan Afrika.
PT Pindad sendiri mengaku senjata merupakan senjata pesanan Mali dan Filipina. Pindad membantah tudingan senjata tersebut dijual secara ilegal. Perusahaan negara itu menerima pesanan 10 pucuk pistol P2 Pindad dari Persatuan Menmbak Filipina.
Bersamaan dengan itu Pindad juga mengirimkan pesanan dari Mali berupa 100 pucuk senapan SS1-V1. Pesanan tersebut dimuat dalam 20 kotak. Sebanyak satu kotak merupakan pesanan untuk Filipina. Seluruh pesanan dikirimkan dalam satu kapal kargo.(vivanews.com)













Leave A Reply