My Writings. My Thoughts.
Kawasan Hutan Lindung Gunung Putri Garut Terbakar
Kawasan hutan lindung blok Cirompang Gunung Putri Garut, Senin siang terbakar dan kobaran api meranggas padang rumput alang-alang kering dan juga menghanguskan hamparan pohon pinus.
Kepala Dinas Kehutanan Garut Ir Eddy Muharam saat ditemui di lapangan mengatakan indikasi sementara kebakaran akibat kelalaian dan aktivitas manusia.
Sedangkan nilai kerugian masih dalam perhitungan dan analisa, menyusul hingga berita ini disusun kobaran api dan kepulan asap tebal masih terus berlangsung.
Sejumlah aparat Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat di Garut, tengah berupaya keras melakukan pemadaman serta pembuatan parit penyekat agar kobaran apinya tidak menjalar lebih luas.
Mereka juga menyebutkan, kawasan tersebut kerap dilintasi warga yang mencari kayu bakar dari ranting pohon yang patah atau tumbang, sehingga tak mustahil meninggalkan sumber api seperti puntung rokok yang masih menyala.
Menyusul sumber api sekecil apapun pada kawasan hutan berketinggian ribuan meter diatas permukaan laut ini, bisa menjadi kobaran api, di musim kemarau yang kering kerontang dengan tiupan angin sangat kencang, ungkap petugas BKSDA setempat, Sobari.
Bahkan katanya, kawasan yang termasuk hutan lindung gunungapi Guntur tersebut setiap musim kemarau panjang kerap terjadi kasus kebakaran.
Terutama pada hutan sekitar lereng gunungapi itu, penyebabnya bisa akibat pecahnya bebatuan yang tertimpa sangat panasnya sengatan sinar matahari kemudian memercikan api, selanjutnya menjadi sumber kobaran api pada rumput alang-alang kering di sekitarnya.
Sementara itu, penyebab lainnya juga bisa akibat bekas api unggun yang belum sepenuhnya padam karena di wilayah lereng gunung ini masih sarat dilakukan penambangan pasir dan batu, juga terdapat beberapa tenda untuk istirahat.
Menurut kepercayaan masyarakat yang bermukim di kaki gunungapi Guntur itu selama ini banyak yang menyebutkan, jika sering terjadi kebakaran di gunung itu sebagai pertanda akan segera turunnya hujan, katanya. ***3***












Leave A Reply