My Writings. My Thoughts.

Pengungsi Korban Gempa Di Garut Mulai Sakit

At » 02.19 // 0 Comments »
Puluhan ribu pengungsi korban gempa bumi di kabupaten Garut, mulai ada yang mengalami sakit demam dan panas.

Camat Pameungpeuk Jujun Juhana, S.Sos melaporkan, Sabtu, 2.000 pengungsi lebih yang tersebar pada lima titik lokasi di wilayahnya sudah ada anak, balita dan orang tua terserang panas demam akibat kurang tidur.

Ditempat itu kekurangan enam tenda , sehingga banyak diantara mereka yang terpaksa terbaring sepanjang malam di lapangan terbuka, katanya.

Sementara hingga berita ini disusun cuaca di wilayah kecamatan yang berjarak 95 km arah selatan dari pusat kota Garut itu, berkondisi mendung, katanya.

Dia juga mengharapkan ada satu unit lagi tenda regu untuk dapur umum.

Sementara itu, Camat Cisompet E. Haerudin, yang sangat memerlukan 150 tenda plastik biru karena kiriman tenda peleton masih belum mencukupi mengakibatkan banyak pengungsi tidur di alam terbuka yang sore harinya diguyur hujan lebat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) setempat Hj. Elka Nurhakimah saat ditemui di Posko Garut mengemukakan, saat ini juga akan dipasok sejumlah tenda ke lokasi tersebut sekaligus ke kecamatan Peundeuy.

Sementara itu secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Garut dr Hendy Budiman menyatakan, pihaknya telah berupaya mengantisipasi terjangkitnya insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta diare di seluruh lokasi pengungsian dengan menurunkan team medis beserta obat-obatan.

Mereka disiagakan secara statis dan mobil, bahkan disiapkan upaya rujukan ke Puskesmas dengan tempat perawatan maupun ke RSU kabupaten, katanya.

Upaya penanganan kesehatan tersebut, dilakukan secara menyeluruh termasuk pendampingan advokasi klinis terhadap kemungkinan terjadinya gangguan psikologis para pengungsi.

Kepala RSU dr Slamet Garut dr Widjayanti Utoyo mengatakan, hingga kini masih terdapat empat pasien rawat jalan dari 16 pasien yang dilakukan rujukan akibat gempa bumi.

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) H. Iman Alirahman sejak pagi langsung mendatangi setiap lokasi pengungsian, akibat sekurangnya 2.925 rumah hancur, 6.760 rusak berat, 3.697 rusak sedang serta 13.966 rumah rusak ringan.

Pengungsi di Kabupaten Garut tecatat sedikitinya 43.775 orang.

06/09/2009,

garutkab.go.id

Gubernur : Korban Tewas Capai 44 Orang

At » 21.34 // 0 Comments »

Bandung, CyberNews. Gubernur Jawa Barat H Ahmad Heryawan menyatakan laporan sementara korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter (SR) pada Rabu 14.55 WIB di wilayah Jawa Barat mencapai 44 orang.


"Berdasarkan laporan sementara dari Satkorlak PBA Jawa Barat, jumlah korban jiwa sebanyak 44 orang, terbanyak di Kabupaten Cianjur," kata Gubernur Heryawan seusai Rapat Khusus Penanganan Bencana Gempa Bumi di Gedung Pakuan Kota Bandung, Rabu malam.

Ia menyebutkan, korban meninggal dunia tersebar di delapan kabupaten yakni Kabupaten Cianjur sepuluh orang, Kabupaten Bandung (delapan orang), Kabupaten Tasikmalaya (delapan orang), Garut (tiga), Kabupaten Bogor (dua), Sukabumi (satu), Ciamis (satu) dan Kabupaten Bandung Barat (satu orang).

Menurut gubernur, kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya.

Penangan sementara dilakukan penanganan gawat darurat yang melibatkan Satlak PBA dan instansi terkait di daerah masing masing termasuk Polri dan TNI.

Pemprov Jawa Barat menyiapkan dana sekitar Rp90 miliar untuk penanganan bencana alam di Jawa Barat itu. Antara lain untuk menangani kedaruratan hingga pemulihan. Sementara itu untuk pengobatan pasien korban akibat bencana gempa bumi, Pemprov Jawa Barat akan menggratiskan biaya pengobatan yang mekanismenya akan disesuaikan dengan penanganan bencana alam. "Pokoknya mereka akan ditangani dan ditanggung pemerintah," katanya.

Selain itu Pemprov Jawa Barat akan segera mendrop kebutuhan masyarakat khususnya mereka yang mengungsi baik itu pangan maupun sandangnya. "Penanganan pertama kedaruratan dulu, akan disusul kemudian bantuan untuk mereka. Cadangan beras pemerintah bisa dialokasikan untuk membantu mereka," kata gubernur.

Sementara itu Kapolda Jawa Barat Irjen (Pol) Timur Pradopo menyatakan telah menginstruksikan Kapolwil dan Kapolres di Jabar untuk siaga dan mengerahkan personelnya untuk membantu pengamanan dan evakuasi korban. "Semuanya sudah dikoordinasikan, personel dikerahkan untuk melakukan evakuasi," kata Timur Pradopo.

Pengerahan personel itu dilakukan di Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Sukabumi, Ciamis, Kuningan dan Bogor.

Rencananya, Gubernur Jabar dan Kapolda akan meninjau lokasi bencana di Cigalontang Tasikmalaya yang mengalami kerusakan terparah sedangkan Wagub Dede Yusuf yang juga Ketua Satkorlak PBA Jawa Barat akan melakukan peninjauan ke kawasan bencana di Cianjur.

"Pokoknya penanganan kedaruratan harus dilakukan secara cepat dan efektif, sehingga bisa secepatnya melakukan recovery (pemulihan)," kata Dede Yusuf.

Waduk Aman

Sementara itu, sejumlah waduk besar dan kecil yang ada di Jawa Barat kondisinya aman dan tak terpengaruh oleh gempa bumi. Beberapa saat setelah guncangan gempa berkekuatan 7,3 SR yang berpusat 140 kilometer barat daya Tasikmalaya, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) Jawa Barat langsung menginstruksikan pemeriksaan waduk-waduk yang ada di Jabar.

"Setelah dilakukan pengecekan terhadap waduk-waduk itu, semuanya dalam kondisi aman. Tak ada kerusakan atau keretakan akibat gempa," kata Gubernur Heryawan.

Beberapa waduk dan bendungan yang langsung diperiksa pascagempa adalah Waduk Jatiluhur, Saguling, Cirata, Waduk Darma Kuningan serta beberapa bendungan yang lebih kecil lainnya.

Menurut Heryawan, kondisi bendungan itu tidak ada masalah dan tidak terganggu oleh gempa bumi terkuat yang pernah terjadi di Jawa Barat itu.

Pengawasan terhadap waduk itu terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan, meski kondisi saat ini tidak terganggu. "Waduk-waduk itu terus diawasi. Semuanya aman tak ada masalah. Masyarakat tak perlu kuatir," kata gubernur menambahkan.

Sejumlah Menteri Kunjungi Lokasi Gempa Tasikmalaya

At » 21.24 // 0 Comments »
Tasikmalaya, (tvOne)

Sejumlah pejabat seperti Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan Menteri Perhubungan Jusman Syafil Djamal, Kamis, memantau langsung kawasan di Tasikmalaya, daerah yang paling rusak parah akibat gempa besar Rabu (2/9) lalu.

Ketiga pejabat tersebut memantau dua daerah Kecamatan Cisayong, dan Cigalontang yang dilaporkan rumah warga mengalami kerusakan yang parah. Kedatangan ketga pejabat tersebut didampingi Bupati Tasikmalaya Tatang Farhanul Hakim beserta jajaran pemerintah daerah dan tim Satkorlak PBA Jawa Barat.

Mereka tiba menggunakan pesawat dan mendarat di lapangan udara Tasikmalaya pukul 09.00 WIB kemudian langsung meluncur ke lokasi gempa di Cisayong.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Kabuapten Tasikmalaya Yana, menerangkan, kedatangan para pejabat tersebut hanya memantau jumlah daerah yang mengalami kerusakan dan melihat kondisi para korban. Di Cisayong sedikitnya 80 rumah warga mengalami kerusakan berat, dan 40 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan seperti dinding retak-retak.

Kantor Desa Sukasetia juga rusak berat, bahkan satu orang anak Hendra (7) meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan rumah, dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka cukup serius. Di kecamatan Cigalontang, sejumlah warga terpaksa mengungsi di rumah warga yang masih utuh dan tenda darurat, karena sebagian besar rumah warga ambruk rata dengan tanah.

Warga setempat, Mamay (55), mengalami kerusakan rumah yang cukup parah, sehingga seluruh barang berharga seperti alat elektronik maupun barang berharga lainnya yang berada didalam rumah belum bisa diselamatkan. Sedangkan kawasan Kota Tasikmalaya, data terbaru dari humas Setda Kota Tasikmalaya, mesjid Cieunteung dan Padasuka mengalami kerusakan retak-retak, sebelumnya sekitar 148 rumah warga mengalami rusak berat dan ringan. (Ant)

Anang-Krisdayanti Cerai

At » 19.11 // 0 Comments »

Liputan6.com, Jakarta: Rasa sakit hati Anang Hermansyah sudah tak terbendung terhadap Krisdayanti. Penyanyi sekaligus pencipta lagu ini akhirnya menceraikan sang istri secara Islam, empat hari sebelum puasa. Menurut lelaki berusia 40 tahun ini, semua sudah selesai. Termasuk pembagian harta gono-gini dan hak asuh anak.

Diva yang akrab disapa KD itu disebut-sebut berani bermain api di belakang suaminya. Malahan, KD memperkenalkan pria idaman lain itu pada anak-anaknya. "Mimi ajak om itu ke kamar. Kita lagi pada berenang," ujar Titania Aurelie Nurhermansyah, putri Anang-KD dalam tayangan Kasak Kusuk SCTV, Senin (31/8).

Siapakah pria yang mengalihkan perhatian pelantun I'm Sorry Good Bye ini? Masih menurut anak-anak KD, pria itu adalah pengusaha kaya asal Timor Leste. Adik Yuni Shara itu kerap memanggil si om dengan sebutan Amor alias cinta. "Mimi udah bohong sama pipi," lanjut Aurelie. Kesaksian dua anak KD ini makin membuktikan kalau rekan Titi DJ dan Ruth Sahanaya ini berselingkuh.

Sudah sebulan terakhir, Anang dan kedua anaknya tinggal di studio rekaman KD Production. Sementara Yanti tinggal di rumah. Dari perbincangan eksklusif dengan Kasak Kusuk SCTV, terlihat raut penyesalan dan kecewa di wajah Anang. Ayah Azriel Akbar Hermansyah ini coba menutupinya dengan ungkapan bijak. "Hingga kini, saya dan anak-anak coba untuk tegar," ujar Anang.

Mungkin, wanita yang sudah bermain dalam sejumlah film itu tak terlalu peduli dengan perasaan keluarganya. Ia kini berada di Timor Leste untuk manggung, walau itu dianggap kamuflase oleh dua anaknya. Satu yang pasti, jika dibiarkan hal itu akan menjadi bumerang yang menghancurkan kehidupan KD. "Aku marah sama mimi dan teman-temannya yang jelekin pipi," ujar Azriel polos.

Pada April 2003, Krisdayanti digosipkan memiliki hubungan dengan gitaris Tohpati. Kabar bahwa anak pertama Krisdayanti, Titania Aurelia Nurhermansyah, merupakan anak dari hasil hubungannya dengan Ari Sigit muncul pada Agustus 2005. Pada Mei 2007, Krisdayanti ditemukan makan siang dengan seorang pengusaha di Jalan Orchard, Singapura. Ia juga digosipkan berselingkuh dengan Dicky Wahyudi. Benarkah Krisdayanti memilih selingkuhan ketimbang keluarga?

Gaya Hidup Turut Picu Anang-KD Cerai

At » 19.05 // 0 Comments »
IVAnews - Selain dugaan adanya pihak ketiga, perceraian Anang Hermansyah dan Krisdayanti (KD) juga akibat gaya hidup yang berbeda satu sama lain.


"Yang satu sederhana (Anang), yang satu maunya glamor (KD). Mungkin ini yang jadi perbedaan gaya hidup dari mereka berdua," ujar Produser KD Production Hadi Sunyoto di Ruko Plaza Margaguna, Radio Dalam, Selasa, 1 September 2009.

Perbedaan gaya hidup itulah, menurutnya, yang diduga menjadi faktor utama konflik rumah tangga Diva Indonesia ini. "Anang kan seorang seniman, sedang KD penyanyi dan seorang Diva yang memiliki nama besar. Ini yang jadi konflik dan perbedaan mereka," ujarnya.

Menurut Hadi, konflik antara Anang dan KD sebenarnya sudah mulai terjadi sejak sepulang keduanya dari Umroh.

Sementara itu, mengenai adanya pihak ketiga, dirinya belum dapat membenarkan isu tersebut. "Orang ketiga baru isyu, belum ada kejelasan" ujar Hadi.

Namun, Hadi sendiri tidak memungkiri jika KD memiliki banyak teman. Hal itulah yang diduga mencuatkan isyu tentang adanya pihak ketiga. "KD memang banyak kenal orang. Dan yang di bali, pasti banyak orang di sana" tuturnya.

Pemprov: Penangkapan Pemberi Sedekah Jadi Shock Therapy

At » 19.01 // 0 Comments »

Jakarta - Penerapan Perda No 8/2007 Tentang Ketertiban Umum telah membuat 12 warga DKI ditangkap akibat memberi sedekah. Kepala Dinas Sosial DKI Budihardjo mengatakan hal itu untuk memberi shock therapy kepada seseorang yang memberikan sejumlah uang kepada gembel dan pengemis (gepeng).

"Kalau mau anak buah saya bisa habis-habisan menangkap. Tapi kami tidak melakukan itu, diharapkan masyarakat tidak mengulangi, ini shock therapy," kata Budihardjo kepada detikcom, Selasa (1/9/2009) malam.

Menurut Budihardjo, pihaknya berusaha untuk memberi pemahaman kepada masyarakat akan semakin banyaknya masalah sosial yang terjadi saat ini. Memberi sesuatu dijalan akan menganggu ketertiban.

"Masalah mengeluh dan tidaknya, ada di antara mereka yang mengeluh ada yang marah, kita maklum," imbuhnya.

Ketika ditanya apakah perda tersebut akan direvisi atau tidak, Budihardjo mengatakan hingga saat ini belum ada kajian kearah sana.

"Perda belum akan direvisi. Kita hanya menjalankan tugas," jelas dia.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menangkap 12 warga karena memberikan sedekah kepada gepeng. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Umum nomor 8 Tahun 2007, pemberi sedekah diancam hukuman maksimal denda Rp 20 juta atau kurungan maksimal 60 hari. (mpr/irw)

145 Warga Bantul Terjangkit HIV/AIDS

At » 18.59 // 0 Comments »

Bantul, CyberNews. Sebanyak 145 warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam 13 tahun terakhir, yaitu dari 1996 hingga 2009 terjangkit HIV/AIDS. "Mereka berusia produktif antara 29 hingga 35 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Siti Noor Zaenab di Bantul, Selasa.

Menurut dia, mereka terjangkit HIV/AIDS antara lain karena pergaulan bebas di kalangan anak muda maupun tertular dari hubungan seks yang berganti-ganti pasangan. "Para pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah pantai wisata di Kabupaten Bantul seperti Pantai Parangtritis, Pandansimo, Parangkusumo, dan Pantai Samas serta para pengguna narkoba memiliki andil besar menularkan penyakit tersebut" katanya.

Ia menyebutkan dari 145 penderita HIV/AIDS itu, 99 orang di antaranya terjangkit HIV, dan 46 orang lainnya penderita AIDS. "Dari jumlah tersebut, 15 penderita di antaranya meninggal dunia," katanya.

Siti mengatakan pada 2008 jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bantul mencapai angka tertinggi yaitu 28 orang, sedangkan pada 2009 hanya sebanyak 11 penderita. Dia mengatakan 31 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Bantul saat ini masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Yogyakarta di antaranya RS Sardjito dan RS PKU Muhammadiyah.

"Kami melakukan pengecekan sekali setiap tahun terhadap penderita yang berisiko tinggi. Perkembangan kesehatan mereka terakhir, kami belum mengetahui," katanya.

Ia mengatakan mereka diberi obat untuk menanggulangi menurunnya kekebalan tubuh, agar penderita tidak lemah terhadap penyakit lain yang bisa menyebabkan kondisi kesehatan semakin menurun. Menurut Siti, pendertita AIDS kemungkinan sembuh sangat kecil, karena darahnya sudah mengandung virus yang mematikan, sehingga hanya tergantung kondisi penderita dari waktu ke waktu.

"Sedangkan penderita HIV masih bisa disembuhkan, tergantung kemauan dan kondisi penderita untuk sembuh," katanya.

Dia menyebutkan dari masa transisi antara penderita HIV menjadi positif AIDS membutuhkan waktu 10 hingga 15 tahun, sehingga penderita mempunyai kesempatan untuk sembuh. Namun, menurut dia, faktor psikis penderita mempengaruhi kesembuhan dari HIV. "Apabila kondisinya baik, proses untuk sembuh menjadi lebih mudah," katanya.

Ia mengatakan penderita HIV jangan dikucilkan, atau diperlakukan secara tidak wajar karena bisa memicu kecenderungan tidak sembuh.

Siti menyebutkan rumah sakit di Yogyakarta yang ditunjuk pemerintah untuk menangani penderita HIV/AIDS adalah RSUP Dr Sardjito, RS PKU Muhammadiyah, RS Panti Rapih, dan RS Bathesda. Semua rumah sakit itu fasilitasnya lengkap dan memadai.

( Ant / CN13 )

My videos. Featured videos.

Anda Pengunjung ke