My Writings. My Thoughts.

Duo Bomber Tewas di Kos-kosan, Diduga Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir

At » 19.17 // 0 Comments »
Jakarta - Surya- Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menggerebek rumah persembunyian teroris di Jl Semanggi II, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (9/10) siang. Dalam penyergapan disertai tembakan dan ledakan itu, dua orang ditembak mati. Keduanya diduga bomber kakak beradik, Mohamad Syahrir, 38, dan Syaifudin Zuhri,32.

Penggerebekan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB, sebelum tiba waktu salat Jumat. Sasarannya adalah rumah kos dua lantai di Jl Semanggi II RT 2 RW 3 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat. Di rumah kos yang berisi 16 kamar itu, tim Densus telah mengendus dua teroris tersebut berada di kamar nomor 15 di lantai II.

Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, dua buron teroris itu terpaksa ditembak mati. Pasalnya, dua orang yang diduga kuat Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir itu mencoba menyerang petugas dengan cara melemparkan bom pipa.

“Dengan terpaksa kita tembak karena mereka berusaha menyerang petugas dengan melemparkan tiga buah bom,” kata Irjen Nanan Soekarna dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10) pukul 18.50 WIB.

Nanan mengatakan, teroris yang menghuni kamar kos milik Haji Jatna itu menyimpan 10 bom. Tiga di antaranya digunakan untuk menyerang tim Densus yang akan membekuk mereka. “Tujuh bom bakar kecil ditemukan di kamar mereka,” kata Nanan.
Nanan menegaskan, polisi belum bisa memastikan identitas dua tersangka teroris yang tewas karena masih harus menunggu hasil tes forensik. “Senin akan disampaikan secara forensik tentang identitas keduanya,” kata Nanan Soekarna.
Nanan mengatakan, dugaan bahwa kedua tersangka teroris yang ditembak di sebuah rumah kos itu adalah Syaifudin Zuhri dan Syahrir alias Aing berdasarkan informasi yang diterima polisi dari sejumlah saksi. “Untuk kepastiannya Senin,” katanya.

Namun sejumlah sumber di kepolisian memastikan keduanya adalah duo bomber Syaifudin Zuhri dan Syahrir. “Keduanya tewas. Si twins bomber,” sebut sumber yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di lokasi penggerebekan, sekitar 300 meter belakang kampus UIN Syarif Hidayatullah.

Apalagi pihak keluarga Syaifudin Zuhri dan Syahrir juga mengaku telah menerima pemberitahuan dari polisi tentang tewasnya dua teroris tersebut. “Keluarga di rumah dihubungi dari kepolisian di Jakarta. Polisi bilang dua-duanya katanya sudah meninggal,” kata adik Syaifudin dan Syahrir, Sucihani saat dihubungi melalui telepon, Jumat (9/10).

Menurut Sucihani, hingga kini keluarga masih merasa terkejut atas kabar tersebut. “Belum dipanggil ke Jakarta, untuk sidik jari atau lainnya belum ada kabar,” jelas istri Ibrohim, florist Hotel Ritz-Carlton yang tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Temanggung, Jawa Tengah.

Syaifudin Zuhri dan Syahrir adalah dua dari empat orang yang diumumkan dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron oleh Mabes Polri, 19 Agustus 2009 lalu.

Dua orang lainnya adalah Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Ario Sudarso alias Aji. Dua nama terakhir tewas dalam penggerebekan di Solo yang juga menewaskan gembong teroris Noordin M Top. Mereka diburu karena terlibat peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, 17 Juli 2009 lalu.
Syaifudin bin Djaelani Irsyad alias Ustad Syaifudin Zuhri alias Udin alias Soleh, yang ahli merekrut pelaku bom bunuh diri, juga adalah kakak ipar Ibrohim, teroris yang tewas dalam penggerebekan di Temanggung, Jateng beberapa waktu lalu.

Tembakan dan Ledakan
Penggerebekan rumah kos di Jl Semanggi kemarin diawali dengan pengintaian sejak Kamis (8/10) malam. Sekitar 25 anggota Densus 88 menginap di Wisma Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, yang dekat dengan sasaran penggerebekan.

Baru sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat, puluhan anggota Densus mulai mengepung rumah kos yang kebanyakan ditempati mahasiswa UIN tersebut.

Setengah jam kemudian terdengar sedikitnya 10 kali suara tembakan. Tim Densus bersenjata laras panjang merangsek ke lantai dua, letak kamar dua buronan polisi tersebut. Di rumah itu ada 16 kamar, 5 kamar di antaranya di lantai II. Kedua teroris menempati kamar nomer 15 di lantai II.

“Kos-kosan dua lantai itu dikepung sekitar 25 orang anggota Densus 88,” kata Iwan Wahyudi, seorang saksi mata di sekitar lokasi penggerebekan yang berada di ujung Lapangan Semanggi, belakang kampus Bina Sarana Informatika (BSI), Ciputat itu.

Selain suara tembakan, juga terdengar beberapa kali ledakan. Mulyo, 55, warga yang tinggal 50 meter dari lokasi, mengatakan saat itu terjadi ledakan satu kali lalu berlanjut ledakan beruntun beberapa kali. “Waktu itu saya lagi mau ambil air wudhu buat salat Jumat. Kaget ada ledakan, kita panik. Terus semua warga disuruh keluar. Polisi udah banyak di sekitar kos,” ucap dia.

Ledakan itu dimungkinkan sebagai perlawanan dua teroris tersebut yang melempar polisi dengan dua bom pipa. “Waktu penggerebekan, dua orang yang di dalam rumah melempari bom pipa ke petugas sebanyak dua kali,” kata sumber di kepolisian.

Namun, kata dia, bom itu hanya mengenai dinding. “Cuma kena dinding, mengakibatkan dindingnya jebol. Petugas kemudian menyergapnya dengan mengeluarkan tembakan,” ujar dia.
Akibat perlawanan duo bomber itu, ada juga polisi yang terluka. “Saya sempat lihat polisi itu kemudian dievakuasi ke tempat yang aman,” kata seorang penghuni kos bernama Ryan.

“Sekitar pukul 12.00 WIB kemudian ada ambulans yang membawa dua jenazah,” katanya.

Diawali Penangkapan FR
Jejak Syaifudin Zuhri dan Syahrir ternyata sudah terendus sejak lama. Keberadaan keduanya mulai terendus sejak di Kuningan dan Bogor, Jawa Barat. “Jejak mereka sudah terendus sejak di Kuningan dan Bogor,” kata sumber di Mabes Polri.

Menurut sumber ini, jaringan mereka tidak pernah keluar wilayah Jawa Barat. “Mereka membangun jaringan di wilayah Jawa Barat saja, di antaranya Kuningan dan Bogor,” pungkasnya.
Sebelum menggerebek rumah kos di Jl Semanggi II, Ciputat itu, tim Densus 88 lebih dulu menangkap pria berinisial FR. Dari FR inilah diperoleh informasi keberadaan dua orang yang diduga Syaifuddin Zuhri dan M Syahrir di kos bertarif Rp 432.000/bulan tersebut.

“Tersangka FR ditangkap hidup, sehingga kita bisa telusuri keberadaan Zuhri dan Syahrir,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dalam jumpa pers di Mabes Polri.

Nanan mengatakan, FR diciduk pada pagi hari di Bekasi, Jawa Barat. Sementara penggerebekan terhadap dua orang yang diduga Zuhri dan Syarir dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB.
FR disebut-sebut sebagai Fajri. Namun, sumber di kepolisian mengatakan FR adalah nama inisial dari Fajar. Pria tersebut ternyata memiliki hubungan darah dengan Syaifudin Zuhri dan Syahrir. “FR itu orang baru, dia adik Syahrir,” kata Nanan Soekarna.

Nanan mengatakan, FR merupakan orang yang menyewa kamar kos bertarif Rp 432.000/bulan yang digerebek Densus 88. Apa status FR? Polisi baru akan menetapkannya 7 hari mendatang. “Tujuh hari statusnya baru jadi tersangka,” jelas mantan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) itu.

Usai penggerebekan, sekitar pukul 14.15 WIB Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) meninjau lokasi penggerebekan. BHD didampingi Wakapolri Komjen Pol Makbul Padmanegara, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna dan Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono.

Hanya sekitar 10 menit rombongan Kapolri meninjau TKP, setelah itu meninggalkan lokasi. Saat diajukan sejumlah pertanyaan, Kapolri hanya mengacungkan jempolnya.

Pukul 14.30 WIB, dua jenazah teroris tersebut dibawa meninggalkan lokasi penggerebekan, menggunakan dua mobil jenazah. Setiap jenazah dimasukkan ke dalam kantung jenazah berwarna kuning. Kedua jenazah dibawa ke RS Polri, Jakarta

KPK mengadukan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji ke Presiden SBY

At » 18.47 // 0 Comments »
Rachmadin Ismail -

detikNews Jakarta - Tim pengacara KPK mengadukan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji ke Presiden SBY. Pengaduan dilakukan dengan mengirimkan surat resmi perihal dugaan pelanggaran yang dilakukan.

"Materi tidak jauh dari apa yang kita sampaikan ke Itwasum Polri dan Kompolnas," kata pengacara KPK, Taufik Basari, melalui telepon, Kamis (8/10/2009).

Dia berharap, surat yang dikirimkan hari ini, nantinya bisa dijadikan pertimbangan agar Presiden bisa melihat persoalan secara jernih dan utuh dari sisi KPK.

"Isi surat antara lain mengenai tindakan tidak profesional terkait konflik kepentingan, pertemuan Susno dengan Anggoro di Singapura dan ada SMS ancaman ke penyidik KPK," terangnya.

Surat itu dikirimkan sehari setelah Itwasum Polri menyatakan Susno tidak terbukti melakukan pelanggaran wewenang dalam penetapan pimpinan nonaktif KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah sebagai tersangka.

Gempa Kerinci Jambi Rusak Ribuan Rumah

At » 19.14 // 0 Comments »
Jambi (ANTARA News) - Gempa bumi tektonik berkekuatan 7,0 Skala Richter (SR) yang menggoncang Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Kamis pukul 08.52 WIB di 46 Km tenggara Sungaipenuh, di kedalaman 10 Km, merusak lebih dari seribu rumah warga di sejumlah desa di daerah itu.

Hingga pukul 16.45 WIB, data korban dan kerusakan terus bertambah, sedikitnya telah terdata ada 1.100 rumah warga yang rusak berat dan ringan akibat gempa di Kerinci yang berjarak sekitar 410 Km dari Kota Jambi itu, kata Kabag Humas Pemkab Kerinci, Amir Syam yang dihubungi di Kerinci, Kamis.

"Data sementara ada 1.100 rumah yang rusak berat dan ringan, pendataan masih terus dilakukan, dan bupati bersama unsur Muspida masih meninjau sejumlah lokasi yang mengalami kerusakan," katanya.

Rumah-rumah yang rusak itu tersebar di 16 desa di Kecamatan Gunung Raya yang merupakan daerah terparah akibat gempa yang kejadiannya hanya selang beberapa jam dengan gempa di Pariaman, Sumbar berkekuatan 7,6 SR.

Amir Syam menjelaskan, rinciannya 600 rumah mengalami rusak berat, sedangkan 500 lainnya rusak ringan, selain itu sejumlah sarana ibadah juga masih mengalami kerusakan, di antaranya 16 masjid, 15 gedung SD, tiga gedung SMP dan dua gedung SMA.

Umumnya rumah beton yang berada di wilayah tersebut ambruk beserta atapnya, sementara yang mengalami kerusakan ringan berupa keretakan pada dinding-dindingnya.

Desa yang mengalami kerusakan parah antara lain, Desa Lempur Tengah, Lempur Mudik, Lolo Gedang, Lolo Kecik, Tanjung Syam, Selampaung, Talang Kemuning, Sungai Hangat.

Berdasarkan laporan sementara, satu orang dilaporkan meninggal akibat serangan jantung, sedangkan korban luka berat berjumlah 25 orang, luka ringan enam orang dan tujuh orang mengalami patah tulang.

Korban luka ini dirawat di tenda-tenda darurat yang berada di sekitar pemukiman warga, sedangkan yang mengalami luka parah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kerinci.

Di RSUD Kerinci pun banyak pasien dirawat di tenda yang berada di luar gedung rumah sakit, lantaran takut berada di dalam ruangan, Mereka khawatir terjadi gempa susulan. Sejumlah warga di Kecamatan Gunung Raya dan juga kecamatan lainnya juga memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Sebagian warga juga ada yang membuat sendiri tenda darurat di tepi-tepi jalan sekitar rumah mereka. Tak sedikit juga yang mengungsi di lapangan Gunung Raya untuk menyelamatkan diri bersama anggota keluarga masing-masing.

Kapolres Kerinci AKBP Drs Sumirat ketika dihubungi dari Jambi, mengatakan, hasil sementara pendataan di lapangan akibat gempa tersebut satu desa mengalami kerusakan cukup parah yakni Desa Lolo Gedang, Kecematan Gunung Raya, desa tersebut bersebelahan dengan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, yang hanya dibatasi Bukit Barisan.

Bupati Kerinci Murasman beserta unsur Muspida lainnya juga langsung mengunjungi desa dan warga yang terkena musibah gempa itu untuk memberikan bantuan dan semangat.

Sementara itu, Polda Jambi telah mengirimkan 158 personel polisi ke Kabupaten Kerinci guna membantu korban akibat gempa.

Kapolda Jambi Brigjen Pol Budi Gunawan melalui Kabid Humas AKBP Syamsudin Lubis SH, Kamis, mengatakan, ke-158 personil tersebut terdiri atas 93 orang anggota Brimob, 46 orang Samapta, dokter kesehatan tujuh orang, intelejen (5), provost (3) dan humas dua orang.

Sedangkan peralatan yang dibawa anggota Polda Jambi ke lokasi gempa tersebut berupa tenda pasukan, genset, gergaji mesin, tempat tidur lipat dan dapur lapangan serta perlengkapan lainnya.

Personil Polda Jambi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Jambi Kombes Pol R Haris Sumanan diperkirakan Jumat dini tiba di lokasi.

Para personil polisi tersebut akan ditempatkan di lokasi tempat korban gempa yang ada di beberapa kecamatan di Kabupaten Kerinci, di sana mereka akan melakukan dan membantu evakuasi korban gempa setempat.

Keberadaan personil tersebut diharapkan bisa membantu evakuasi tim setempat dan bisa membantu pembangunan sementara posko korban gempa di sana, kata Syamsudin Lubis.

Polda Jambi juga siap menurunkan dan menambah lagi personelnya yang akan diambil dari beberapa Polres terdekat untuk membantu pelaksanaan evakuasi korban gempa di Kerinci.

Bupati Kerinci, Murasman juga sudah meminta kepada pihak Rumah Sakit Mayjen M Taib untuk segera siaga dan telah membuka tenda di halaman rumah sakit untuk menanggulangi korban gempa.

Pemerintah Kabupaten Kerinci kini juga telah menurunkan tim Satuan Tugas Bencana Alam terdiri atas 50 tenaga sukarela, baik medis dan lainnya serta dibantu kepolisian setempat untuk menuju ke lokasi.

Akibat gempa tersebut, listrik di wilayah Kecamatan Gunung Raya padam total, dan warga terpaksa menggunakan penerang seadanya.

"Warga banyak yang memiliki lampu petromak, lampu itu digunakan sebagai penerang karena listrik padam," Kabag Humas Pemkab Kerinci.

Selain menggunakan penerang seadanya, warga enggan tidur di dalam rumahnya masing-masing dan lebih suka tinggal di tenda-tenda pengungsian karena trauma.

"Saya tidak berani tidur di rumah, lebih baik di tenda saja untuk berjaga-jaga kalau-kalau terjadinya gempa susulan," kata Kumaidi, salah seorang warga Gunung Raya.

Selain berlindung di tenda-tenda pengungsian, warga di 16 desa di Kecamatan Gunung Raya ini mendirikan sendiri tenda-tenda di pinggiran jalan yang jauh dari bangunan rumahnya.

Untuk meringankan beban para korban, Pemprov Jambi mulai mengirim bantuan ke Kabupaten Kerinci dan Merangin yang menderita akibat gempa, santunan dikirim menggunakan tiga truk, masing-masing dua untuk Kabupaten Kerinci dan satu untuk Kabupaten Merangin, kata Sekda Provinsi Jambi AM Firdaus.

Sejumlah rumah dan sarana umum di Kabupaten Merangin yang merupakan tetangga Kerinci juga mengalami kerusakan akibat gempa Kerinci.

Jenis bantuan yang diberikan untuk Kabupaten Kerinci berupa 200 dus mie instan, 100 dus sarden dan pakaian sekolah, kain sarung, selimut, dan jenis pakaian lainnya, teko, panci, piring dan alat-alat rumah tangga lainnya.

Alat evakuasi yang diberikan berupa tenda pleton empat unit, tenda biru 150 lembar, foot where 100 buah, tikar 100 buah, genset satu unit dan velbet 20 buah.

Sementara itu bantuan untuk Kabupaten Merangin terdiri dari mie instan 75 dus dan sarden 75 dus. Bantuan berupa sandang di antaranya kain sarung 100 setel, kain panjang 100 setel, selimut 100 lembar dan pakaian serta alat dapur dan alat-alat yang dibutuhkan lainnya.

Bantuan ini sudah diberangkatkan pada Kamis sekitar pukul 17.00 WIB. Bersamaan dengan itu juga diberangkatkan sebanyak 10 orang relawan dari Tagana Provinsi Jambi.

Sedangkan untuk bantuan tenaga medis telah diberangkatkan terlebih dahulu sebanyak empat orang.

Sekda mengatakan, awalnya fokus utama penyerahan bantuan ini akan diberikan kepada korban gempa di Padang dan Pariaman Sumatra Barat.

Namun dikarenakan Jambi juga mengalami gempa yaitu di Kabupaten Kerinci dan Merangin maka bantuan ini diprioritaskan terlebih dahulu untuk dua kabupaten itu.

Sebagai bentuk solidaritas atas penderitaan warga Kerinci yang menjadi korban gempa, beberapa organisasi mahasiswa dan partai politik menggalang dana bantuan dari masyarakat di berbagai persimpangan maupun jalan-jalan utama yang ada di Kota Jambi.

Pelaksana Tugas Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (BEM IAIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Ramadhani Agus yang memimpin rekan-rekannya menggalang dana mengatakan, gempa bumi yang terjadi dan menimpa saudara-saudara di Padang, Kerinci serta Merangin membuat dirinya dan kawan-kawan terketuk untuk mengumpulkan dana dari masyarakat.

Dalam keterangan terpisah Kepala BMKG Jambi, Remus L Tobing mengatakan, gempa yang terjadi di Jambi berkekuatan 7,0 SR berlokasi di 2.44 LS dan 101,59 BT dan 46 Km tenggara Sungaipenuh, Kerinci di ke dalamam 10 Km.

Gempa di Kerinci itu bukan gempa susulan dari gempa di Pariaman, Sumatera Barat pada Rabu (30/1) pukul 17.16 WIB berkekuatan 7,6 SR, berlokasi di 57 km barat daya dengan kedalamam 71 Km.

"Gempa yang terjadi di Kerinci itu terpisah dari gempa di Pariaman, Sumatra Barat, atau bukan gempa susulan yang telah memporak-porandakan bangunan di Kota Padang dan Pariaman," katanya.(*)

Data Korban Gempa Bumi Sumatra Barat Dan Daftar Gedung2 yang Hancur

At » 19.10 // 0 Comments »
Gempa Bumi Sumatra barat ( sumbar ) yang menimpa wialayah Padang , Pariaman Sampai Sibolga , Gunung Sitoli , Bengkulu, Bukit Tinggi, Tapanuli Selatan, Muko-Muko , Liwa ,Duri - Riau dan Pekan Baru seperti yang telah disamapiakan pada posting terdahulu tentang gempa bumi Sumatra Barat sampai pukul 11.30 WIB Hari Kamis 1 Oktobetr 2009 jumlah korban meninggal berjumlah 220 orang dengan rincian 144 orang (dengan 41 orang telah teridentifikasi) di Kota Padang, 62 orang di Kabupaten Padang Pariaman dan 14 orang di Kota Pariaman.

Gempa bumi juga telah mengakibatkan kurang lebih 168 orang lebih harus dievakuasi ke rumah sakit dan diperkirakan masih akan terus bertambah. Diperkirakan ribuan orang masih terhimpit di sejumlah bangunan yang tersebar di wilayah Marapalam Padang, Adira Finance Sawahan, ruko di Sawahan, ruko di Simpang Haru, di mesjid Nurul Imam Padang, Apotik Sari depan Nurul Imamn, Gedung Gama, BII sudirman, PT. AGD di Bypass Padang.

Daftar sejumlah bangunan bertingkat yang memungkinkan masih banyak korban tertimbun yaitu:

* Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Sumatera Barat (ambruk)
* Geduk Suzuki Sawahan (ambruk)
* 5 unit ruko Sawahan (ambruk)
* Hyundai Sawahan (ambruk)
* LB LIA Padang (ambruk)
* Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Prov Sumbar (ambruk)
* Hotel Ambacang (ambruk)
* Toko Makanan Shirley (ambruk)
* SD AGNES di Jalan Gereja (ambruk)
* SDN 30 (ambruk)
* Dealer Kapela Medan (ambruk)
* Kantor CTA (ambruk)
* PT. AGD Bypass (ambruk)
* Gedung Kuantum (ambruk)
* Kantor Adira Finance (ambruk)
* Gedung Bunda Jaya, Ulak Karang (ambruk)
* Mulya Elektronik (ambruk)
* 6 unit ruko di simpang haru (ambruk)
* 4 unit ruko di wilayah bypass (ambruk)
* Gedung proton (ambruk)
* Gedung LP3I (ambruk)
* Pengadilan Negeri Siteba (ambruk)
* Balai Kota Padang (rusak berat)
* Matahari Dept. Store (rusak berat)
* Plaza Andalas (rusak berat)
* Sentral Pasar Raya Padang (rusak berat)
* Bank Indonesia (rusak berat)
* Bappeda Provinsi Sumbar (rusak berat)
* Hotel Ina Muara (rusak berat)
* DPRD Kota Padang (rusak berat)
* DPRD Prov Sumbar (rusak berat)
* PJKA (rusak berat)
* Rumah makan lamun ombak (rusak berat)
* Pasar Simpang haru (rusak berat)
* Mesjid Muhammadiyah Simpang Haru (rusak berat)


Kantor Gubernur Sumatera Barat termasuk Badang Kesbangpol dan linmas Provinsi Sumatera Barat dan gedung Pusdalops Penanggulangan Bencana (Crisis Center) Sumatera Barat sebagian besar juga mengalami rusak berat.

Sejumlah rumah penduduk kota padang yang telah terdata kerusakanya sebanyak 32 unit yaitu 20 unit rusak berat dan 5 unit ambruk di tunggul hitam, 3 unit ambruk di Komplek Bumi Minang Korong Gadang dan 4 unit ambruk di Komplek Taruko I.

Sumber : Pusdalops BNPB

Tags: data korban gempa sumatra barat terbaru , gempa bumi sumatra barat , gempa bumi Sibolga , gempa bumi Gunung Sitoli , , gempa bumi padang , gempa bumi Pariaman , gempa bumi Bengkulu, gempa bumi Bukit Tinggi, gempa bumi Tapanuli Selatan, gempa bumi Muko-Muko , gempa bumi Liwa , gempa bumi Duri - Riau , gempa bumi Pekan Baru (www.gusbud.web.id)

My videos. Featured videos.

Anda Pengunjung ke